710201971026
Yani Ma Hendo Saat Memenangkan Tinju Pada Salah Satu Pertandingan di Era Tahun 90 an. Foto: Google.

Yani Malhendo, Pentinju Kelahiran Bima NTB Yang Terlupakan

Surabaya. LENSABIMA.COM- Petinju legendaris Yani Mal Hendo (51 tahun) 8 September 1968 merupakan emas yang terlupakan karena prestasinya di dunia tinju seakan sirna ditelan bumi.

Di eranya, darah kelahiran Desa Rato Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima NTB tersebut menjadi momok menakutkan bagi lawannya, baik di kancah Nasional maupun Internasional. Pembuktian perjalanan karir tinju Yani Malhendo sangat fantastis di era Tahun 1990 berhasil menyabet Juara Indonesia kelas terbang ringan 48.988 Kg. Pada Tahun 1991 Juara Indonesia kelas terbang 50.802 Kg. Tahun 1995 Juara IBF Inter-Continental light flyweight 48.988 kg. Tahun 1998 Juara WBC International super flyweight 52.163 Kg.

Yani Malhendo, Saat dihubungi melalui selulernya mengatakan, walau karirnya di dunia tinju tidak pernah mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima, dirinya sangat prihatin, karena belum ada satupun petinju asal Kabupaten Bima yang mampu melanjutkan kiprahnya sekaligus mengharumkan Dana Mbojo di kancah Nasional maupun Internasional.

“Saya sangat prihatin Mas, hingga saat ini belum ada petinju asal Daerah Bima yang gantikan saya di dunia tinju,” keluh Yani Malhendo. Kamis (08/08/19).

Yani malhendo yang kini tinggal di Surabaya, disinggung apakah dirinya memiliki niat untuk pulang kampung kelahiranya untuk membhaktikan diri dalam hal memajukan olahraga khusus cabang tinju, dirinya mengaku sangat besar harapan dalam hidupnya karena tinju adalah bagian dari hidupnya. Akan tetapi, hal itu harus didukung oleh peran serta pemerintah untuk menggelontorkan dana untuk membangun sasana dan lainnya.

“Saya mempunyai mimpi membangun sasana tinju di Bima, itu hanyalah pepesan kosong karena tidak didukung oleh materi. Tapi jika Pemerintah Kabupaten Bima mau memfasilitasi semua sarana yang dibutuhkan, dengan hati yang tulus, saya akan pulang,” pintanya.

Dirinya juga menjelaskanya, bahwa jika berbicara olahraga Tinju, tidak mungkin dikelola secara pribadi, secara profesional harus ada sponsor dan para pemodal atau penyandang dana abadi. Salah satu contoh di Negara luar, seperti Filipina, Jepang, Korea dan lainnya konstribusi langsung untuk memajukan tinju. Jadi, lanjutnya, tidak heran mereka sangat maju di dunia tinju.

“Mestinya kita sadar bahwa harkat dan martabat bangsa ada pada para atlit juga. Karena hakikatnya, jika atlit naik di podium untuk menerima penghargaan, saat itu akan dinyanyikan lagu kebangsaan, bendera akan kita dikibarkan, itu bagian dari penghormatan terbesar yang ditorehkan oleh para atlit,” jelasnya.

Besar harapan Yani Malhendo kepada Pemerintah Kabupaten Bima, mudah mudahan mempunyai niat yang sama agar memajukan dunia tinju di Bima (Dana Mbojo). Sehingga mimpi mimpi bisa terwujud dengan nyata. “Oyo kita bangkit, memajukan tinju di Daerah Bima. Jika kita ingin berikhtiar tidak ada kata terlambat,” tutupnya. [Lb – Dh].

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *