1122020154612
Kondisi Arus Jalan Yang Ditanami Pisang Oleh Warga. Foto - Ist.

Warga Pandai Tanam Padi dan Pohon Pisang di Ruas Jalan

Kabupaten Bima, LENSABIMA.COM.– Sejumlah warga Desa Pandai, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, menanam padi dan pohon pisang sepanjang jalan lintas Pandai-Risa yang penuh dengan lelumpuran, Rabu (12/02/20). Hal yang dilakukan sebagai bentuk ptotes dab kekecewaan warga terhadap janji Pemerintah Daerah yang tidak ditapati untuk aspal jalan setempat.

Kepala Desa Pandai H. Puasa, menjelaskan aksi warga menanam padi dan pohon pisang di jalan itu, karena kondisi jalan sudah tertutup oleh lumpur mulai dai titik 0 jalan Negara hingga diujung Desa Pandai.

“Warga tanam padi dan pohon pisang di jalan yang berlumpur ini akibat banjir kemarin, aksi ini sebagai bentuk protes warga Kepada Bupati Bima yang tidak tepati janjinya” jelas kades.

Katanya, hujan berturut-turut mengakibatkan banjir, dan membawa lumpur pegunungan hingga memasuki jalan raya dan pemukiman warga setinggi lutut orang Dewasa.”Lingkungan Desa Pandai sejak kemarin digenangi air dan lumpur setinggi lutut orang Dewasa, bahkan sepanjang jalan sudah tertutup lupumpur terbawa oleh banjir,” ujarnya.

Dijelaskan Kades, Masyarakat setempat menagih janji Bupati Bima, dalam perjanjian yang didengar langsung oleh masyarakat, bahwa jalan tersebut akan diaspal pada tahun 2020 ini.

“Janji itulah yang ditagih oleh masyarakat, tapi sebelumnya saya sudah sampaikan langsung ke Bupati, Kadis PU dan Camat untuk segera merealisasikan janjinya kepada masyarakat,”ungkapnya.

Disambung kades, karena peristiwa ini bersentuhan langsung dengan masyarakat, pihaknya tidak bisa melarang untuk tidak melakukan aksi tanam pisang dan padi, hal ini juga menjadi kebutuhan masyarakat yang ada.

“Saya tidak bisa melarang, karena lumpur menutup semua badan jalan ini masalah bagi masyarakat banyak, tapi saya sudah koordinasi dengan UPT PUPR, pemeliharaan jalan sedang dalam tahap pelelangan dan akan dikerjakan paling lambat April 2020,” tuturnya.

Diakuinya, setiap tahun terus terjadi hal yang sama, meski pihaknya sudah mengeruk sungai, tapi akibat tinggihnya debit air dari arah utara, sehingga lumpur dan puing kayu terbawa hingga masuk di dalam pemukiman.

“Kami sangat berharap dapat teratasi oleh Pemerintah dengan mengaspal jalan, dan melakukan pengalihan sungai agar lumpur tidak masuk perkampungan,”harap kades. (Lb – Dh).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *