89201922223

Wabup Lakukan Pertemuan Dengan Tim Sekretariat Wakil Presiden dan World Bank

Kabupaten Bima, LENSABIMA.COM.- Wakil Bupati Bima Dahlan M.Noer melakukan pertemuan koordinasi dan Diskusi Bersama dengan Tim Sekretariat Wakil Presiden dan World Bank Dalam Rangka Program Percepatan Pencegahan Stunting di Kabupaten Bima di Ruang Rapat Bupati Bima. Senin (09/09/19).

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bappeda Kabupaten Bima, Kepala Dinas Kesehatan, Para Kepala OPD terkait, camat, Ketua Tim Sekretariat Wakil Presiden serta Kepala Word Bank. Kedatangan tim ini langsung dipimpin oleh ketuanya yaitu Bapak Drs. H. Adi Suryono, MM serta dari World Bank dipimpin langsung oleh DR. Elfina Kalyadi, P. EXD, serta seluruh tim terdiri dari Mis. Catering, P. EXD, DR. Ariyida Putri Daswati, P. EXD, DR. Lusi Widiasari, P. EX serta Satirawati Puspasari dari World Bank.

Kepala Bappeda Kabupaten Bima Drs. H.Muzakir, M.Sc dalam pengantar penanganan masalah stunting, merupakan prioritas utama masalah gizi, hal ini dikarenakan kekurangan gizi yang sedang menjadi fokus atau pusat perhatian dan juga tinggi badan anak tidak sesuai dengan standar untuk anak seusianya, melainkan lebih rendah.

Lanjutnya, stunting biasanya terjadi pada 1.000 hari pertama kehidupan manusia. Namun, hal itu tak menutup kemungkinan bahwa stunting juga dapat terjadi sejak janin dalam kandungan. Tak Main – main, masalah kekurangan gizi ini adalah masalah yang tergolong serius. “Stunting lebih dari sekadar masalah tinggi badan, hal itu dikarenakan stunting akan sangat mengancam intelektualitas anak itu sendiri.”bebernya.

Sambungnya, yang berkaitan dengan hal tersebut, sebenarnya sudah ada beberapa upaya yang sudah dilakukan untuk memerangi masalah ggizi.”Buat stunting sendiri sudah ada beberapa upaya yang dilakukan pemerintah, diantaranya ada gerakan ‘Seribu Hari Pertama Kehidupan. Itu mencakup upaya yang spesifik maupun yang sensitif,” ungkapnya.

Sementara itu, menurut Wakil Bupati Bima Dahlan M.Noer bahwa penanganan masalah stunting telah menjadi perhatian oleh pemerintah, karena itu pemerintah akan focus untuk menurunkan jumlah kasus tersebut. Masalah stunting harus diselesaikan secara terintegrasi dengan lintas sektor. “Stunting itu sendiri merupakan sebuah masalah kesehatan di mana seorang bayi atau anak-anak mengalami hambatan dalam pertumbuhan tubuhnya, sehingga gagal memiliki tinggi yang ideal pada usianya.” jelasnya.

Kata Wabup, penanganan masalah stunting ini harus ditangani secara serius dengan cara memberikan pemahaman terkait dengan gejala yang terjadi pada anak balita. “Pemerintah berkomitmen dalam hal penanganan stunting ini sehingga kedepannya para anak / balita tidak akan mengalami kekuarangan gizi 1000 hari pertama melahirkan dan mencegah terjadinya stunting itu sendiri.” ujarnya.

Menurut DR. Elfina Kalyadi, P. EXD dari Presiden World Bank menyatakan sangatlah terkesan dengan komitmen pemerintah daerah dalam rangka menyelesaikan masalah anak kerdil ini. Menurutnya masalah stunting bukan hanya masalah anak-anak saja tapi tentang masalah kemampuan daya saing bangsa Indonesia di dunia dan juga terkait kemampuan bersaing, mempengaruhi produktivitas dan juga pertumbuhan suatu negara, kemampuan belajarnya terhambat sehingga kemampuan mencari pendapatan terhambat.

“Kami dari “World Bank berkomitmen membantu pemerintah menyelesaikan persoalan stunting ini. World Bank juga akan terus mencari berbagai teknologi dalam mengatasi masalah tersebut dan kami bermaksud menjadikan Indonesia sebagai suatu contoh bagi dunia, bagaimana persoalan semacam ini dapat diatasi,” tegasnya.

Dirinya berharap, semoga dari pertemuan yang diselenggarakan akan melahirkan sebuah gagasan dalam rangka pencegahan masalah stunting, sehingga kedepannya para anak balita dan generasi muda tidak akan mengalami masalah terkait stunting.”tuturnya.

Selanjutnya pada kesempatan ini dilakukan pemaparan oleh Tim terkait dengan cara mengatasi masalah stunting itu sendiri dan mencari solusi agar masalah ini dapat diselesaikan. (Lb- Dh). 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *