892019215033

Tuntut Penyaluran Bantuan Alat Petanian, PPP Demo Dinas Pertanian

Kabupaten Dompu. LENSABIMA.COM.- Menuntut penyaluran program Bantuan Alat Pertanian tahun 2017/2018 berupa traktor dan Pompa air sejumlah orang mengatasnamakan Persatuan Pemuda Pengangguran (PPP) menggelar aksi Demo depan kantor Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Senin (9/9/2019) sekira pukul 10.23 Wita.

Aksi berlangsung didepan kantor Pertanian tersebut di Kordinir oleh Deden Patriawan menyampaikan aspirasi menuntut agar melakukan kroscek kembali siapa yang menerima bantuan Alsintan.

“Kami menduga pihak Dinas, lembaga dan Partai melakukan pembiaran yang dimana penerima manfaat dinikmati oleh serdadu Dinasti itu sendiri, tentu dengan adanya persoalan ini harus bedah bersama,” kata Deden saat orasi dilokasi kejadian.

Ada dugaan penerima manfaat adalah kelompok para dinasti. Bukan saja itu kata Deden, ia menduga penerima manfaat untuk tahun 2019 akan masuk dalam penerimaan di tahun berikutnya.
“Penerima manfaat ditahun 2019 akan disulap lagi menerima pada program ditahun 2020. Kami sangat sepakat pihak Dinas bersama masyarakat melakukan kroscek bersama dilapangan agar tidak menimbulkan fitnah dikalngan masyarakat,” inginya.

Dilanjut Deden, pembagian 90 unit pompa air dibagi oleh pihak Dinas dan 60 traktor sebagiannya dibagi oleh Dinas sementara sisanya dibagi oleh Lembaga.”Harapan kami agar semua bantuan di uji sampel, tentu disertai data yang ada,” tutupnya.
Namun sebelumnya, orasi yang disampaikan Wiji Thukul mengatakan, semua program yang ada di Dinas Pertanian dan Perkebunan dipoles oleh tangan jahil yang dimana tak sampai ditangan masyarakat.
“Beberapa bantuan dari Kementerian Pertanian 60 traktor dan 90 mesin pompa air yang dijemput oleh lembaga Hisdi (Dari partai PDIP) ada dugaan tidak tepat sasaran,” cetusnya.

Adapun tanggapan yang disampaikan Kepala Dinas Pertanian Ilham SP mengatakan, pihaknya tidak ada menerima surat pemberitahuan aksi. Oleh sebab itu pihaknya kaget adanya massa aksi melakukan Demo sementara pihaknya akan menghadiri rapat Paripurna.
“Kami tidak ada menerima surat pemberitahuan aksi. Kita sebagai warga Negara Indonesia taat aturan yang dalam artian nya ketika ada aksi kami pun harus diberitahu. Dan mohon maaf kami akan mengikuti rapat Paripurna,” tutupnya. (Lb – Fen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *