792019203057
Front Gerakan Solidaritas Pemuda dan Mahasiswa Se Kota dan Kabupaten Bima Sampaikan Orasinya di Depan Polres Bima Kota. Foto: Ist.

Tuntut Oknum Pemukulan Altivis, FGSPM Unras Depan Polres Kota Bima

Kota Bima. LENSABIMA.COM- Puluhan mahasiwa yang tergabung Front Gerakan Solidaritas Pemuda dan Mahasiswa Se Kota dan Kabupaten Bima menggelar unjukrasa kamis (08/08/19) sekitar pukul 10.10 Wita di di depan Polres Bima Kota Kelurahan Monggonao Kecamatan Mounda Kota Bima.

Koordinator Lapangan Asmudianto mengatakan bahwa aksi yang dibangun tersebut menuntut kepada Pihak Kepolisian agar segera menindaklanjuti laporan kasus pemukulan yang dilakukan oleh terduga pelaku oknum AF selaku Sekretaris Pol PP Kabupaten Bima, AMS Caleg terpilih Dapil Wera Ambalawi Fraksi Partai Golkar, dengan IH terhadap massa aksi dari LSM Kesatria Muda Bima pada saat melakukan aksi Unras beberapa waktu yang lalu.

“Kami minta pada pihak penegak hukum untuk segera tangkap dan adili pelaku penganiayaan, pengancaman, penghinaan dan penyerangan terhadap Mahasiswa yang menyampaikan aspirasi rakyat di Desa Wora Kecamatan Wera Kabupaten Bima.”ungkapnya.

Katanya, aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas antara sesama Mahasiswa dan Aktivis dan juga Aksi tersebut merupakan suatu reaksi terhadap aksi pemukulan oleh oknum yang menjadi preman Pemerintah kabupaten Bima.” Kami tidak akan mundur untuk melawan kekuasaan yang tidak punya etika baik terhadap rakyat. Aksi ini akan terus berlanjut hingga oknum preman kekuasaan tersebut diadili sesuai aturan hukum yang berlaku.” bebernya.

Tidak hanya itu, massa aksi juga meminta kepada Kapolres Bima Kota harus segera mengadili pelaku pemukulan terhadap Mahasiswa di Desa Wora, koordinator akai juga menegaskan agar penegaskan hukum harus adil dan tidak memandang bulu.” Kami mendesak kepada Kapolres Bima Kota untuk segera menangkap pelaku pemukulan.”ujarnya.

Dikatakanya, para pelaku pemukulan tersebut dapat merusak tatanan demokrasi, aksi pemukulan tersebut merupakan bentuk tindakan premanisme.” Kami meminta agar Kapolsek Wera dicopot karena tidak bisa menangani konflik saat terjadinya pemukulan terhadap Mahasiswa.” tuntutnya.

Kapolres Kota Bima melalui Kasat Binmas Polres Bima Kota AKP M. Yamin menanggapi dari tuntutan massa aksi mengatakan bahwa yang pada intinya Hukum tidak bisa di beli maupun di jual, hukum akan ditegakkan sesuai amal perbuatan dan untuk diketahui bahwa kasus tersebut saat ini sudah dalam peroses penyelidikan.” Kami sudah layangkan surat pemanggilan terhadap terduga pelaku dan akan melakukan proses hukum sesuai prosedur yang berlaku.

Dirinya mengaku, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap para saksi dan telah memanggil terlapor.” Kami sudah periksa para saksi dan rencana terlapor akan datang pada hari Sabtu sesuai dengan surat pemanggilan.” ungkapnya. [Lb- Dhaus].

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *