79201975310
Koordinator Solud NTB Sampaikan Materi Dihadapan Psserta Sekar Desa. Foto: Dh

Solud NTB Gelar Sekar Desa Modul IV di Desa Rada

Kabupaten Bima. LENSABIMA.COM.- Solud NTB menyelenggarakan Sekolah Anggaran Desa (Sekar Desa) Pokok Bahasan IV di Desa Rada Kecamatan Bolo Kabupaten Bima NTB. Kamis (08/08 19).

Sekar Desa yang diselenggarakan merupakan kerjasama SOLUD NTB sebagai Simpul Jaringan Seknas FITRA Indonesia dan KOMPAK Indonesia yang didukung oleh Pemerintah Kabupaten Bima, Kementerian Desa PDTT, Pemerintah Australia dan dihadiri oleh pemerintah desa setempat, BPD, tokoh masyarakat, Kader Posyandu, tokoh perempuan, PKK, Distabilitas, Kepala Dusun dan Karang Taruna desa setempat.

Sekjend Solud NTB, Dedy Mawardi, ST., menyatakan, “bahwa Sekar Desa pada Pokok Bahasan IV ini membahas tentang Analisis RPJM Desa dan RKP Desa yang Responsif Gender dan Inklusif.”Pokok Bahasan ini juga menjelaskan bagaimana integrasi GESI (Gender Equality and Social Inclusion) ke dalam RPJM Desa.” jelasnya.

Selain itu, juga menganalisa dan mendiskusikan berapa besar alokasi belanja pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan dan masyarakat disabilitas.”Program kaum perempuan dan disabilitas sangat penting. Paling tidak di setiap tahun dianggarkan 5 sampai 10 porsen dari jumlah APBDes yang ada.” harapnya.

Sementara itu, Sekertaris Desa Rada Johan Bahtiar, S. Pd mengatakan bahwa sekar desa yang diselenggarakan oleh solud NTB mulai dari modil 1 sampai modul IV memberikan sisi positif pada pemerintah desa setempat dan juga pada unsur masyarakt yang hadir. “Kegiatan ini sangat membuka pola pikir kita, salah satunya tata penggelaloan anggran dana desa.”jelasnya.

Kata Sekdes, adanya sekar desa atas pemerintah desa setempat merasa bersyukur, karena melaui kegiatan yang diadakan oleh solud bisa terus belajar cara pengelolaan anggaran dana desa dengan baik.” Bersyukur adanya sekolah ini, kami bisa terus belajar pengelaloaan dan pengembangan desa melalui anggaran dana desa.”bebernya.

Dirinya berharap melalui sekar desa perangkat desa mulai dari BPD, PKK, Karang Taruna, kepala Dusun dan lainya bisa serap ilmunya, sehingga bisa sama sama menggelola dan pengembangan desa setempat.”Melalui sekolah ini mudahan akan membantu kita untuk melahirkan ide ide membangun desa” harapnya. [Lb. Dh].

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *