713201920334
Pemateri Sedang Sampaikan Materi di Hadapan Peserta Sekar Desa. Foto: Dh.

Sekar Desa Modul IV di Nggembe, Ketua BPD: Sangat Bermutu dan Bermanfaat Bagi Pemerintah Desa

Kabupaten Bima. LENSABIMA.COM.- Solud NTB kembali menyelenggarakan Sekolah Anggaran Desa (Sekar Desa) Pokok Bahasan IV di Desa Nggembe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima NTB. Selasa (13/08/19). Kegiatan tersebut merupakan kerjasama SOLUD NTB sebagai Simpul Jaringan Seknas FITRA Indonesia dan KOMPAK Indonesia yang didukung oleh Pemerintah Kabupaten Bima, Kementerian Desa PDTT, Pemerintah Australia.

Para peserta Sekar Desa yakni Pj Kepala desa setempat beserta jajaranya, Ketua dan Anggota BPD setempat, Kader Posyandu, Keterwakikan Perempuan, Ketua dan Anggota PKK, Distabilitas serta seluruh Kepala Dusun di desa setempat.

Koordinator Solud Kabupaten Bima M Qadafi menyampaikan, bahwa Sekar Desa pada Pokok Bahasan IV tersebut membahas tentang Analisis RPJMDes dan RKPDes yang Responsif Gender dan Inklusif.”Pokok Bahasan ini juga menjelaskan bagaimana integrasi GESI (Gender Equality and Social Inclusion) ke dalam RPJM Desa.” jelasnya.

Selain itu, juga menganalisa dan mendiskusikan berapa besar alokasi belanja pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan dan disabilitas.”Program kaum perempuan dan disabilitas sangat penting. Paling tidak di setiap tahun dianggarkan di dalam APBDes.” ujarnya.

Ketua BPD Nggembe Azhari mengatakan dengan adanya sekar desa, BPD di desa setempat mulai dari Modul I sampai Modul IV bisa memahami prosedur dan regulasi pengelolaan anggaran dana desa. “Yang intinya adanya sekar desa ini kita sangat paham program pembangunan desa yang bersumber dari APBDes dan motifasinya sangat baik, karena ilmunya cukup baik.” ungkapnya.

Ia merasa bersyukur adanya sekar desa yang diselenggarakan di desa setempat, karena banyak ilmu yang bisa diserap, selain mengetahui tentang tata cara pengelolaan, juga mengetahui membangun desa menggunakan dana desa.”Syukur Alhamdulillah, sekar desa ini sangat bermutu, apa yang kita tidak ketahui menjadi mengetahuinya, apa yang kita tidak faham menjadi faham tentang penggunaan dana desa sekarang ini.”ujarnya.

Sementara itu, salah satu keterwakilan perempuan dan juga Colon Anggota BPD Nggembe Adlita Novitasari. S. Pd. mengatakan bahwa dengan ia mengikuti sekar dengan mengetahui poksi dan kerjannya BPD.” Setelah saya ikuti sekolah ini dapat mengetahui seperti apa kerjanya BPD dan seandainya nanti saya terpilih, jadi saya sudah mengetahui kewenanganya BPD.”bebernya

Lanjunya, sebagai salah satu peserta Sekar Desa dirinya mengaku bahwa banyak yang ia dapat, selain dari serap aspirasi masyarakat, juga untuk mengawas kebijakan pemeritah desa dalam penggunaan dana desa. “Jadi, banyak ilmu yang kita serap pada sekolah ini.”ungkapnya.

Dijelaskanya, sebagai salah satu keterwakilan perempuan yang baru pertama kali mengikuti Sekar Desa, ia mengaku sudah banyak yang difahami, mulai dari alur RPJMDes dan juga RKPDes.”Saya jadi bisa faham tata cara kelola anggaran desa dan diharapkan untuk ditingkatkan lagi, karena dampak positifnya sangat bagus adanya sekolah seperti ini.”tutupnya.

Pantauan Media ini, terlihat peserta sekar desa dilakukan diskusi kelompok membahas tentang alur tahapan penyususan RPJMdes dengan RKPDes, didalam diskusi tersebut dibagi 4 kelompok, salah satunya kelompok keterwakilan perempuan. [Lb – Dh].

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *