620201913232
M. Kadafi Sampaikan Materi Hadapan Peserta Sekar Desa. Foto: Dh.

Sekar Desa, BPD dan Disabilitas Apresiasi Kegiatan Solud

Kabupaten Bima. LENSABIMA.COM.- Sekolah Anggaran Desa (Sekar Desa) di Desa Nggembe, Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, kembali digelar, pada pertemuan yang ke II dengan pembahasan Modul III “Konsep Dasar Perencanaan dan Penganggaran Desa Program Desa Melek Anggaran Untuk Pembangunan Desa yang Inklusif dan Responsif,” Kamis (18/07/19) di Aula Kantor desa setempat.

Sekar yang berlangsung diadakan oleh SOLUD NTB sebagai Simpul Jaringan Seknas KOMPAK Indonesia yang didukung oleh FITRA Indonesia dari Pemerintah Kabupaten Bima, Kementerian Desa PDTT dan Pemerintah Australia.

Pantauan langsung media ini, peserta Sekar dihadiri oleh Pemerintah desa setempat, BPD, Disabilitas dan perempuan, Karang Taruna dan semua perangkat desa dan kepala dusun yang ada di desa setempat.

Koordinator Solud Kabupaten Bima M Qadafi menyampaikan, pada modul III Solud tersebut, membahas tentang konsep dasar perencanaan dan penganggaran desa. Pihaknya membedah APBDes setempat dan melihat seberapa banyak program yang berpihak pada disabilitas dan perempuan. “Hari ini, kami diskusikan semua. Hasilnya dijadikan bahan evaluasi oleh desa,” ungkapnya.

Lanjutnya, dari total APBDes 1,4 Milyar lebih tersebut terbaca jelas, bahwa program responsif disabilitas dan perempuan di desa setempat masih minim dan juga untuk program responsiveperempuan hanya beberapa porsen, terlebih lagi untuk kaum disabilitas. “Respcek pada Responsif Gender masih sangat minim, terlebih untuk penyandang disabilitas. Karena itu, kami mencoba evaluasi kembali program-program itu,” katanya.

Katanya, program kaum perempuan dan disabilitas sangat penting. Paling tidak di setiap tahun dianggarkan 5 sampai 10 porsen dari jumlah APBDes yang ada. “Kalaupun bisa, untuk tahun 2020 nantinya di tingkatkan lagi,” harapnya.

Sementara itu, ketua BPD setempat Ajhar Muhtar mengaku sangat membantu adanya sekar desa, dengan sekar pemerintah desa bisa mengetahui tata cara kelola keuangan desa dengan baik. “Ini luar biasa, karena akan tingkatkan kinerja pemdes cara kerja yang baik, lebih khususnya kami dari pihak BPD.”jelasnya.

Dengan adanya kegiatan sekar pihaknya mengaku telah memahami prosedur tata cara kelola anggaran dana desa dan juga mengapresiasi hadirnya program Sekar Desa. Selain membawa dampak untuk kemajuan desa, juga peduli pada disabilitas. “Kami sudah faham cara kelola ADD dengan adanya kegiatan ini dan saya sangat setuju dengan program ini.”ujarnya.

Dirinya berharap kedepannya dapat mewujudkan desa yang makmur. Bahkan, mampu menjadi contoh bagi desa lainnya. “Semoga dengan hadirnya solud ini, desa kami dapat lebih maju dan akan lebih dikenal.”harapnya

Salah seorang penyandang disabilitas, Edy, mengaku, sangat membantu dengan hadirnya program tersebut. Sehingga, dirinya memahami terkaid penggunaan ADD dan arah penggunaan nya. “Saya bersyukur, karena bisa dapatkan ilmu pengetahuan lewat kegiatan ini yang dilakukan oleh Solud.” ujarnya.

Edy meminta untuk selanjutnya, Sekar Desa tetap membantu dan memperjuangkan serta memperhatikan kaum disabilitas. Edy juga mengaku untuk memenuhi kebutuhan hidup hanya bisa kerja sesuai kondisi keterbasan fisiknya, untuk itu melalui dana desa dirinya bisa mendapatkan bantuan.”Saya cari makan lewat cukur rambut dan jahit sepatu dan sandal orang keliling, saya harap dikasih alat mesin cukur rambut.” katanya. (Lb. Dh).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *