352020124213
I L U S T R A S I. Foto - Google.

Sejumlah Warga Dikeroyok Oknum Kades Calabai Bersama Gengnya Dan Polisi Diminta Segera Tahan

Kabupaten Dompu. LENSABIMA.COM- Pemerintah yang seharusnya melindungi dan mengayomi Masyarakat. Namun sebaliknya Oknum Kepala Desa (Kades) Calabai Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu NTB Syaifuddin Juhri, S.Pd ini menunjukan sikap premanisme.

Sikap Oknum Kedes sungguh tak pantas ditiru apa yang sudah dilakukanya diduga telah melakukan tindakan kekerasan fisik melakukan penamparan dan pemukulan terhadap sedikitnya lima orang warga desa setempat dengan konconya yang sebanyak 30 orang. Kamis (02/04/20).

Salah satu korban Amirudin 42 (tahun) saat dihubungi mengaku, bahwa dirinya dipukul oleh Kades bersama simpatisanya. Yang seharusnya korban hendak mengecek informasi dari salah satu temannya bahwa di Kantor Camat ada keributan yakni A. Muin diduga dipukul oleh massa simpatisan dan Kades.”Saat itu saya mau ke kantor camat mau melihat bahwa ada keributan di Kantor Camat Pekat.” Ujarya.

Katanya, Saat menuju Kantor Camat menggunakan sepeda motor, Amirudin berpapasan dengan Kades beserta massa simpatisannya dan Kades saat itu sempat menunjuk-nunjuk Amirudin sedang mengendarai sepeda motor. Namun sebelum sampai di kantor Camat, ia ditelpon oleh saudaranya bahwa di rumahnya sudah ada sejumlah massa simpatisan dan Kades,”Ditelpon oleh saudara saya bahwa ada Babinsa serta Bhabinkamtibmas dengan kades bersama simpatisanya. Dapat informasi itu langsung saya pulang,” jelasnya.

Namun, Kata Amirudin sebelum sampai di rumahnya, bertempat di sebuah gang, ia berpapasan dengan Kades beserta sejumlah massa simpatisan menahan dirinya.” Disitu saya dipukul oleh Kades sebanyak satu kali. Namun sebelum saya dipukul dia (kades red) tarik topi saya sambil berkata, kamu juga yang jadi provokasi, baru dia memukul,” ungkap Amirudin, Sabtu (4/4/20) pagi.

Senada disampaikan korban lain M. Yunus (36 tahun) warga Calabai Atas, pihaknya merasa terkejut dengan kedatangan rombongan beserta Kades di rumahnya. Ia mengaku tanpa diketahui masalah apa yang ia lakukan, tiba-tiba sang Kades melakukan penamparan terhadap dirinya.”Saya kaget mereka ramai-ramai berdatangan dan Kades sambil ngomel-ngomel dan menampar dibagian muka saya sempat saya mau lawan tapi dicegat oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa,” terangnya.

Lanjut Yunus, Peristiwa yang tidak pantas dulakukan oleh oknum kades itu disaksikan puluhan warga setempat dan usai mendapat tamparan dari kades, ia melaporkan kejadian peristiwa yang menimpa dirinya ke Polsek Pekat dan mencoba melakukan visum et repertum di Puskesmas Calabai. Namun pihak Puskemas menolak dengan delik luka yang dialaminya tidak nampak.”Setelah itu, saya lapor ke Polsek, dan Polsek memberikan pengantar untuk divisum, tapi dokter menolak. Akibat tamparan itu, saya merasakan kesakitan dan air mata saya dengan sendirinya terus keluar,” bebernya.

Dijelaskanya, Kades dan rombongannya itu, sebelumnya melakukan pemukulan A. Mu’in di Kantor Camat, kemudian menuju ke rumah rumah korban lainnya, tetapi belum jauh dari kantor Camat, Kades beserta massa simpatisan yang berjumlah puluhan orang itu ketemu dengan korban Iain yakni irwan Ismail (45 tahun) sedang duduk di bengkel milik Bram, saat itu korban diduga dikroyok oleh Kades dan massa simpatisannya.

“Yang pertama kali memukul saya itu Kades, kemudian Nasrulan warga Calabai Atas, dan disusun oleh M. Saleh Mangge, dan di belakang saya banyak yang serang juga memukul saya beruntuk ada aparat yang melerai, beruntung ada aparat di situ, coba tidak mungkin saya meninggal,” ungkap Mu’in.

Lanjutnya, adanya pemukulan itu, dirinya memenuhi panggilan Inspektorat untuk memberikan keterangan atas pekerjaan rabat beton pada tahun 2018 lalu, karena ia salah merupakan satu pekerjanya. Menurutnya Kades menginginkan agar korban tidak menghadiri panggilan itu untuk memberikan keterangan yang sebenarnya dengan adanya dugaan itu penggelapan itu.”Saya diperiksa inspektorat satu hari sebelum kejadian pemukulan itu, karena saya memberikan keterangan makanya saya dipukul oleh Kades dan rombongannya, saat pemukulan itu banyak orang yang melihatnya termasuk Bram pemilik bengkel,” jelas Irwan.

Akibat dari peristiwa itu, Irwan mengalami luka memar dan merasa sakit disekujur tubuhnya akibat dikeroyok, dan kejadian itu, ia telah melaporkan ke Mapolsek Pekat.

Sementara itu, salah satu korban yang diduga dipukul di kantor Camat A. Mu’in merupakan Kasi Trantib Kantor Camat Pekat saat dihubungi memberikan keterangan, akibat dari penyerangan pada dirinya itu, ia dipukul, ditendang bertubit tubit oleh Oknum kades bersama Kelompoknya itu, sehingga korban mengalami luka pada bagian wajah dan disebagian tubuhnya mengalami rasa sakit.”

“Saya sebenarnya tidak mampu beritkan keterangan karena lemas akibat pukulan dan tendangan dari oknum kades dan konconya. Dan kejadian ini telah saya laporkan ke pihak kepilisaan, selain itu saya berharap agar kasus yang menimpa saya dan warga lainya agar segera diproses dan kades itu ditahan.”harap

Sementara satu korban lagi yakni Syafiudin Tayeb belum bisa dihubungi untuk dimintai keterangan peristiwa yang telah dilakukan oknum kades. (Dhaus).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *