IMG_20190301_090547-719x450
Bupati Bima Tanam Pohon Sukun. Foto: Ist

Ribuan Pohon Sukun Ditanam di Lereng Gunung Tambora

Kabupaten Bima, LENSABIMA.COM.- Ratusan orang dari berbagai komunitas bersama Bupati Bima dan Wakil Bupati Bima, Para Assisten, Staf Ahli, Kepala OPD, serta BKSDA. Kamis (28/02/19) melakukan aksi tanam pohon di lereng Gunung Tambora di wilayah Desa Kawinda To’i, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima. Lebih dari seribu pohon sukun ditanam di lereng Gunung Kelud (Rambora), yang sempat gundul akibat tertimpa material letusan Gunung tambora sekitar 200 tahun lalu.

Menurut Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE selaku penggerak Aksi mengatakan bahwa penghijauan, dilakukannya di lereng Gunung Tambora untuk mengembalikan fungsi lingkungan hidup yang ada di kawasan itu, dimana dampak letusan gunung itu pasti juga akan merusak alam, merusak lingkungan.

” Maka kita bukan soal obyeknya, tetapi lingkungan yang membutuhkan penghijauan, itu yang kita utamakan dan kita juga mendekati masyarakat supaya kerja sama demi melestarikan keberadaan hutan di sekitar lereng gunung tambora.” ujarnya.

Lanjut Bupati, dengan kegiatan ini, sebagai warga dituntut ikut memiliki, ikut antusias dalam rangka menjaga lingkungan. Tentunya untuk penghijauan yang tidak ada batas waktunya, sehingga dengan adanya kesadaran untuk pengjijauan dan dampaknya juga bisa dinikmati oleh semuanya. Tanaman sukun dipilih karena tidak mungkin ditebang kayunya. Selain itu, tanaman sukun dapat menghasilkan buah sukun yang bernilai ekonomis bagi warga desa sekaligus tanaman-tanaman itu selamanya hidup tidak ditebang, untuk itu ditanam pohon yang tidak bisa dipakai kayunya untuk industr. Maka harapannya pada tanaman itu dilestarikan, memberi nilai tambah, menghasilkan buah yang bisa untuk ganti makanan.

” Saya mengajak dengan adanya aksi seperti ini tanaman yang kita tanam ini akan tumbuh dengan subur dan dapat dilestarikan keberadaanya.

Pada kesempatan tersebut Bupati Bima melakukan penandatanganan prasasti dan melakukan aksi penanaman pohon di sekitar area konservasi di sekitar lereng gunung tambora. (Lb. Dh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *