6102019215630

Program Pamsimas di Desa Saneo, Diduga Tidak Efektif

Kabupaten Dompu. LENSABIMA.COM.- Pemasangan pipa air minum yang diperuntukkan masyarakat Desa Saneo melalui melalui program Pamsimas diduga kuat sarat masalah, hal ini terbukti batas akhir dari pemasangan pipa tersebut sudah melewati tahun anggaran yang direncanakan.

Program yang menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari tahun 2018 namun sampai berita ini diterbitkan belum juga diselesaikan. Akibatnya, masyarakat belum bisa menikmati air bersih.

”Seharusnya program itu selesai pada bulan Maret 2019 lalu,” kata Kepala Dinas PU melalui Kasi Cipta Karya Ferri Ramdhan ST, saat ditemui Media Lensa Bima diruang kerjanya, Rabu (10/7/2019) sekira pukul 11.10 Wita.

Lebih lanjut Ferri mengatakan, jika Proyek tahun 2018 harus finishing Maret 2019. Bila dilewati akan ada pemeriksaan dari BPK dan Inspektorat. Karena itu sebuah kesalahan, tentu program ini menggunakan anggaran negara yang harus jelas penggunaan nya.

”Saya dengar kabar benar atau salah, sudah keluar LHP nya dari Inspektorat Provinsi. Jika itu terbukti salah kemana sisa anggarannya dan inilah yang harus dicari benang merah nya,” tegasnya.

Sementara Kordinator Satuan Pelaksana program Penyediaan Air minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) Faujan mengatakan, mengakui adanya keterlambatan pekerjaan di Desa Saneo. Namun sebelumnya kata dia, pihaknya telah membentuk Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) yang diketuai oleh M. Yamin warga Desa Saneo.

“Kami menyerahkan ke KKM atas musyawarah bersama dengan Kepala Desa beserta masyarakat setempat. Adapun besar Anggaran nya senilai Rp 308,000,000. Sempat kami menanyakan atas keterlambatan itu dan oleh ketua beralasan terkendala masalah pertanian,” kata Faujan.

Namun sebelumnya ketua KKM, M. Yamin yang dikonfirmasi melalui via Telepon, Selasa (9/7/2019) sekira pukul 20.15 Wita membenarkan keterlambatan pekerjaan itu. Disebabkan kendala pertanian.

“Sebagian besar pipa yang harus melewati lahan pertanian, sementara saat itu masyarakat sedang menanam jagung,” jelas Yamin. (Lb. Bang Chan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *