1172021232717
Ketua Angkatan Muda Kabah (AMK) Kota Bekasi, Ahmad Syahbana. Foto - Ist.

PPP-Golkar Kota Bekasi Belum Tentu Berkoalisi Lagi

KOTA BEKASI – Koalisi Partai politik (Parpol) Golkar dan PPP di Pilkada Kota Bekasi lalu, hingga kini masih terjalin baik dengan menyatukan diri di DPRD Kota Bekasi sebagai fraksi Golkar Persatuan. Namun demikian, kondisi ini belum tentu terjaga pada saat Pilkada di periode mendatang.

Ketua Angkatan Muda Kabah (AMK) Kota Bekasi, Ahmad Syahbana akui, bahwa koalisi PPP dan Golkar Kota Bekasi harus bisa tetap terjalin baik, sebagai sesama partai pengusung pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi – Tri Adhianto di pilkada terdahulu untuk mengawal jalannya pemerintahan di daerah sampai akhir jabatannya.

“Koalisi Golkar-PPP ini harus tetap terjaga, setidaknya sampai berakhir masa jabatan kepala daerah yang diusungnya, atau sampai di Pilkada kedepan. Jadi, minimal situasi Kota Bekasi harus dapat memberi iklim politik dalam menentukan seorang figur pemimpin yang akan diusung oleh kedua partai tersebut” ujarnya, Rabu (17/2/2021).

Menurut pimpinan organisasi sayap partai PPP Kota Bekasi, koalisi yang terpenting harus bisa bersifat saling menguntungkan secara politik. Dari PPP pun telah membuktikan, bahwa komitmennya pun telah dijalankan dengan sungguh-sungguh.

“Jadi di Pilkada terdahulu, PPP yang pertama berikan dukungan Rahmat Effendi sebelum partai lainnya yang bergabung. Artinya, kita mempunyai komitmen yang kuat dalam memenangkan Paslon tersebut, dan telah buktikan bahwa dukungan dari partai Islam ini bisa beri nilai bagus di masyarakat kota Bekasi” ucapnya

Adapun terkait dalam Pilkada nanti, diakui Ahmad, apabila partai Golkar menyusung calonnya kembali untuk menjadi calon Wali Kota, maka PPP akan mencoba bersama. Tapi, tidak menutup kemungkinan kalau koalisi ini terpecah seiring perkembangan politik di Kota Bekasi yang dinamis.

“Bicara Pilkada kedepan, tentu kita tidak menutup kemungkinan untuk tak berkoalisi lagi dengan Golkar, tapi bisa juga tetap bersama kalau pun figur yang diusung mempunyai Popularitas, dan elektabilitas yang cukup tinggi sebagai pengganti Rahmat Effendi” ungkapnya.(Haris)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *