422019182821
Kondisi Jalan Lintas Lakey Yang Diblokir Oleh Warga Menggunakan Kayu Yang Ditebang. Foto: Arief.

Pemilu di Dompu Memanas, Warga Baikot Jalan Gunakan Kayu Minta Peti Suara Dibuka 

Kabupaten Dompu, LENSABIMA.COM.-Buntut dari dugaan terjadi pelanggaran Pemilu tahun 2019, puluhan masyarakat meminta keadilan dengan cara aksi boikot jalan.

Aksi blokir jalan yang dilakukan oleh massa tersebut dengan cara memotong beberapa pohon berukuruan jumbo pada jalur lintas Witasa Lakey Desa Ranggo Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu NTB. Kamis (02/05/19) pukul 9.30. Wita

Massa yang protes atas terjadinya pelanggaran dalam Pemilu pada 17 April 2019 lalu, meminta untuk membuka kotak suara secara transparan pada tingkat Plano KPU Kabupaten Dompu.
Tuntutan itu dilakukan karena adanya diduga telah terjadi pelanggaran pada sejumlah TPS yang ada di Dapil I, dan ditingkat KPPS maupun PPK. Massa aksi menduga adanya unsur peralihan perolehan suara Caleg ke Caleg lain pada Internal Partai Golkar, kasus tersebut sudah dilaporkan ke Bawaslu Kabupaten Dompu oleh masyarakat setempat.

“Kita sudah melaporkan persoalan ini ke Bawaslu dan sekarang masih dalam proses, tinggal menunggu perkembangannya” ungkap Abdullah SH, selaku kuasa hukum Partai Golkar, dan peserta Pemilu Calon Legislatif yang ikut menjadi korban hilangnya suara yang diperoleh.

Sepanjang kotak suara yang menjadi permasalahan ditiap TPS tertentu tidak dibuka maka masyarakat tetap melakukan aksi Blokede jalan “Ketika jalan ini dibuka oleh aparat Kepolisian maka kami masayarakat akan tetap tutup lagi, sampai tuntutan kami dipenuhi oleh pihak KPU” tandasnya.

Pada tempat terpisah Syarifudin salah satu masyarakat yang ikut melakukan aksi boikot jalan ini memaparkan, timbulnya persoalan ini karena terjadi penyekewengan suara pada tingkat KPPS dan PPK saat rekapitlasi suara berlangsung.

“Terjadi penyelewengan suara saat penghitungan suara ditinggat KPPS dan PPK, saat itu kita langsung lakukan protes, namun tidak diindahkan oleh mereka (PPK red.) kita diminta untuk ketemu di KPU kemarin, setelah tatap muka di KPU hasilnya tidak ada.”jelasnya.

Sementara tindakan aksi blokir jalan yang dilakukan masyarakat dengan menebang sejumlah pohon berukuran jumbo yang dilakukanpun mendapat pengawalan ketat dari Anggota Kepilisian Polres Dompu dibantu Korp Brimob dan TNI.

Setelah mendapat kesepakatan melalui mediasi dengan masyarakat, akhirnya tepat pada pukul 12.20 pohon yang ditebang dapat dilakukan evakuasi oleh pihak Kepolisian, untuk mengamankan jalur lintas yang ada, akibat kejadian ini membuat Kemacetan terjadi selama tiga jam berlangsung. (Lb. Arif)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *