02320209503

Pelaku Pemerkosaan Bebas Berkeliaran, Kuasa Hukum Akan Surati Mabes Polri

Kabupaten Dompu, LENSABIMA.COM.- Salah satu kuasa hukum Bunga (Bukan Nama Aslinya red) yakni Arifin, SH berjanji akan bersurat Ke Markas Besar (Mabes) Polisi Rakyat Indonesia (Polri) untuk menindak lanjuti Kasus pemerkosaan yang dilaporkan sejak 19 Desember 2019 yang lalu.

Arif mengatakan, kasus dugaan pemerkosaan oleh Ayah kandung yakni TM sebelumnya sudah dilaporkan, berdasarkan surat laporan  kepolisian Nomor:  P/07/ X /2011/NTR polres Dompu Nusa Tenggara Barat tanggal 19 Desember 2019, atas kejadian tersebut dirinya sangat menyesalkan atas kinerja pihak Polres Dompu yang dinilainya berat sebelah dan tidak berkeadilan.

“Terduga pelaku pemerkosa terhadap anak kandungnya sendiri itu kini telah bebas berkeliaran. Sebelumnya terduga sempat ditahan di Polres Dompu selama lebih kurang satu bulan, bahkan sudah ada pengakuan dari pelaku itu sendiri. Namun anehnya justeru pelaku dilepas dengan alasan tidak cukup bukti,” katanya saat di temui oleh media ini di depan Ruanggan PPA Polres Dompu, Selasa (21/01/20)

Menurutnya, kalaupun pelaku tidak cukup bukti dan tidak memenuhi unsur pidana, dua kali dua puluh empat jam pelaku harus dilepas,”Ini pelakunya ditahan hampir satu bulan dan dilepas, ada apa dengan kasus ini,” tanya dia.
Lanjutnya, peristiwa pemerkosaan yang dilakukan oleh TM tersebut tidak hanya sekali namun lebih dari satu kali, bahkan korban tidak berani melapor karena diancam akan di bunuh oleh terduga pelaku, dan berdasarkan keterangan korban setelah bercerai dengan suaminya korban diajak oleh pelaku dan Ibu tirinya untuk tinggal berladang jagung di Doro canga Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu.
“Tepatnya waktu subuh pada sekira bulan Juli tahun 2019 saat korban tertidur pulas, Pelaku melakukan pemerkosaan pertama kali dengan ancaman sebilah parang, sehingga korban tidak bisa berkutik dan tidak bisa melakukan perlawanan,” jelasnya.

Dia menerangkan, berdasarkan pengakuan korban perlakuan bejat sang ayah permanya dilakukan di gunung tempat bercocok tanam jagung bahkan kejadianya ada di dua gubuk yang terpisah dan malah ibu tirinya menyuruh korban tidur dengan pelaku berati masalah tersebut diduga ada persekongkolan jahat dan terjadi pembiaran.”Atas kejadian yang dialaminya Esok harinya Korban mengadukan hal tersebut kepada Suhartati Ibu tiri Korban, namun bukan malah membela korban justru mengancam untuk membunuh korban jika kejadian pemerkosaan tersebut diceritakan pada orang lain,” ujarnya.

Kemudian, selang empat hari Pelaku melakukan pemerkosaan untuk kedua kalinya ditempat yang sama, kasus tersebut terungkap setelah ia  menceritakankan pada M. Ali (32 Tahun) sebagai paman korban.”Paman korban menceritakan kepada ibu kandung korban di bulan desember 2019 bahwa korban telah diperkosa oleh TM sekitar Bulan yang lalu, ibu kandung korban pun geram bagaikan di sambar petir” ucap Arifin.

Mendapat aduan itu, Nurfajrin ibu korban melaporkan kasus pemerkosaan yang menimpa gadisnya di Polsek Pekat tanggal 19 Desember 2019 dan kasus tersebut telah dilimpahkan ke Polres Dompu,”Saya selaku kuasa hukum korban berjanji apabila kasus ini tidak mendapatkan kepastian hukum di Polres Dompu, maka kami selaku Kuasa Hukum korban akan melaporkan kasus ini ke Mabes Polri dan Kompolnas,” tutupnya. (Lb:Fen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *