IMG-20210111-WA0003-750x450
Barang Bukti. Foto - Ist

Mobil Bersama Kayu Balok Sonokeling Diamankan BKPH Topaso

KABUPATEN DOMPU – 14 Batang Balok Sonokeling berbagai ukuran dan mobil Suzuki Carry diamankan. Pengamanan itu dilakukan oleh Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan Toffo Pajo Soromandi (BKPH Topaso) dan tim LSM Pengamanan Hutan Berbasis Komunitas (PHBK) beberapa waktu lalu.

Informasi dari Kepala BKPH Topaso melalui Kasi Perlindungan Konserfasi Sumber Daya Alam dan Ekosistim (PKSDAE) Ruslan, S.Hut menjelaskan, puluhan batang kayu sonokeling diamankan atas kerjasama antara LSM dan BKPH Topaso.

“Pasca kejadian itu tertanggal 8 Januari 2021 sekira pukul 12.30 Wita. Saat penangkapan terduga pelaku tidak mampu menunjukkan dokumen Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan Kayu (SKSHHK),” kata Ruslan pada wartawan Mata Warta, Senin (11/1/2021) sekira pukul 10.00 Wita saat dikonfirmasi diruang kerjanya.

Saat ini lanjut Ruslan, dua orang terduga pelaku pengangkutan kayu yang diduga dari illegal logging GW dan TR, warga Raba Dompu Barat Kecamatan Raba Dompu Barat, Kota Bima sudah diamankan dan dititip di Polda NTB.

“Penanganan Penyidikan dugaan tindak pidana kehutanan tersebut dilimpahkan dan dilaksanakan penyidikannya oleh PPNS BPPHLHK Pos Mataram bersama PPNS Dinas LHK Provinsi NTB (GAKKUM LHK NTB),” ungkapnya.

Sementara Polhut BKPH Topaso Nasrul Agus, terperinci menjelaskan bahwa ada dugaan Barang Bukti (BB) kayu balok jenis sonokeling sebanyak 14 batang dengan volume= 0.4070 m3 itu berasal dari kawasan hutan So Teka Ndahu.

“Kendaraan SUZUKI Carry Nopol EA 1906 W ini mengangkut kayu sonokeling dengan tujuan Bima. BB mobil dan kayu diamankan di Dompu sementara dua orang oknum dibawa ke Mataram yakni sopir berserta kernetnya,” jelas Nasrul.

Menurutnya, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain baik itu yang mendanai maupun kepemilikan kayu (Big bos) dalam hal kasus tersebut.

“Sementara baru GW dan TR yang diintrogasi oleh PPNS Dinas LHK NTB dan Penyidik Balai Gakkum Jawa Bali Nusra,” tuturnya.

Ia berharap dalam menjaga kelestarian hutan di Kabupaten Dompu/Bima melibatkan semua unsur masyarakat, stakeholder tidak semata mata hanya Dinas terkait.

“Hutan bukan saja milik LHK NTB namun milik kita bersama oleh sebab itu mari kita menjaga kelestarian untuk anak cucu kita dimasa mendatang,” harapnya. (Sonk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *