0302020211041
Suasana Setelah Shalat Istqsa Sebelum Melakukan Tradisi Tabuh Gendang | Foto: Dhian

Minta Hujan, Warga Desa Boro Lakukan Tradisi Tabuh Gendang Dan Shalat Istiqsa

Kabupaten Bima, LENSABIMA.COM.- Khawatir gagal panen akibat hujan tak kunjung datang. Warga desa Boro, Kecamatan Sanggar lakukan shalat istiqsa sekaligus gelar tradisi tabuh gendang di So Mada Oi Towan(mada oi karumbo) desa setempat, Kamis (30/01/20).

Salah satu pemuda desa setempat, Rusdin, S.Pd mengatakan, tradisi tabuh gendang yang disebut sebagai tradisi Dewa merupakan ritual pemanggilan parafu (Roh Leluhur, red). Tradisi itu dipercaya sebagai media untuk mendapatkan dan mengetahui petunjuk datangnya hujan. Namun sebelum itu, warga desa setempat telah melakukan shalat istiqsa ditempat yang sama.
“Alhamdulillah, beberapa jam kemudian. Allah SWT mengabulkan permohonan kami dengan diturunkanya hujan,” katanya saat diwawancara oleh media dilokasi tabuh gendang.

Desa Boro sebagai salah satu desa yang masih kental dengan tradisi kearifan lokal budaya dari 191 desa di Kabupaten Bima tentu harus menjadi pusat perhatian penggiat budaya.

Sekretaris desa setempat, Ma’rufin, S.Pdi menyampaikan, tradisi tabuh gendang di desa setempat bukanlah hal baru. Namun demikian, tanggapan dan penafsiran yang mengarah pada hal negatif tidak bisa lepas dari khalayak umum. Dengan demikian, ia menegaskan bahwa ritual Dewa itu merupakan bentuk kegembiraan dan rasa syukur secara tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Boro. Pada akhirnya semua yang dilakukan itu merupakan bentuk rasa syukur masyarakata Boro kepada Allah SWT.
“Kegiatan itu sering ditafsirkan sebagai kesyirikan. Pada akhirnya, ritual itu merupakan bentuk kecintaan masyarakat Boro terhadap tradisi dan budaya yang diyakini sudah lama sebagai bentuk kesyukuran masyarakat kepada Allah SWT. Hal itu tergantung pada keyakinan kita semua,” pungkasnya. (Lb – Dhian)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *