324201915453
Kepala BKPH ARS PRO. NTB Bersama Jajaranya di Ruang Kerjanya. Foto: Bang Can.

Luas Hutan Tutupan Kabupaten Dompu 60 Ribu Hektar, 20 Porsen Rusak Akibat Babat Liar

Kabupaten Dompu. LENSABIMA.COM.- Luas wilayah kerja Balai Kesatuan Pengelola Hutan Ampang Riwo Soromandi Provinsi Nusa Tenggara Barat (BKPH ARS Prov. NTB) 91,877,36 Hektar meliputi Kabupaten Sumbawa, Dompu dan Bima.

Kepala BKPH ARS PRO. NTB Drs. Muhammad Sukry yang ditemui Media Lensa Bima diruang kerjanya mengatakan, dari luas 91,877,36 Hektar, rusak kawasan mencapai 20 % dan sebagian besar berada di wilayah Kabupaten Dompu.

“Beberapa Kabupaten itu untuk Dompu kurang lebih 60 ribu hektar luasnya sisanya berada 2 Kabupaten lain. Rusak kurang lebih 20%. Rata rata disebabkan akibat pembalakan liar dan penanaman jagung,” kata Muhammad Sukry saat ditemui Media Lensa Bima, Rabu (24/4/2019) sekira pukul 10.20 Wita diruang kerjanya.

Kerusakan terjadi perambahan dan oleh petani jagung dalam kawasan, kebiasaan masyarakat melakukan perambahan Monyet (Ngoho Bote) dengan sistim memperluas lahan.

“Kami sudah berupaya semaksimal mungkin melakukan pelarangan terhadap masyarakat terutama pada lokasi hutan Lindung hanya saja hasilnya belum maksimal,” tuturnya.

Untuk menyelamatkan hutan pihak ARS melakukan rehabilitasi hutan pada titik mata air juga melakukan konservasi dengan cara membangun Dam penahan dilokasi erosi tinggi berlokasi sekitar Bendungan Mila dan Dam Tanju sebanyak 25 titik.

“Kami berharap masyarakat agar tidak melakukan pembalakan atau merusak hutan karena akan bisa mendatangkan bencana dan perbuatan itu bisa dipidana karena menyalahi Undang undang nomor 18 tahun 2013 pasal 12, jika dilanggar akan diancam penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun penjara dan didenda paling sedikit 500 juta, paling banyak 2,5 miliar,” pesannya. (Lb. Bang Can).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *