8182019184744
Kepala SMAN 2 Woja Khairil Alimin S. Pd, Foto: Aji.

Kepala Sekolah SMAN 2 Woja Sesalkan Aksi Pemukulan Dilakukan Penyusup

Kabupaten Dompu. LENSABIMA.COM.- Kepala SMAN 2 Woja Khairil Alimin S. Pd, sesalkan atas peristiwa pemukulan yang dilakukan sekelompok penyusup dalam kegiatan Jumbara Palang Merah Remaja (PMR) yang dilaksanakan di Desa Konte Kecamatan Kempo Kabupaten Dompu NTB, pada rabu lalu.

Baca Juga Disini: Penyusup Menyerang Perkemahan PMR, Panitia Akan Dilaporkan Ke Polisi

Menurutnya, kegiatan yang diadakan oleh Palang Merah Indonesi (MPI) itu, memang kurang pengamanan dari pihak panitia, sehingga memungkinkan bagi penyusup untuk bisa keluar masuk tanpa ada pengawalan.

“Saat saya kesana (tempat perkemahan red.) sesaat sebelum kejadian itu, saya melihat bentuk pengamannya kurang disiplin, disitu belum lagi dengan tempat kegiatan perkemahannya sangat tidak strategis, karena berpapasan langsung dengan masyarakat luar,” kata Khairil.

Atas insiden pemukulan oleh sekelompok orang tidak dikenal tersebut, Kepala SMAN 2 Woja, berencana akan mengajukan klaim terhadap pihak panitia atas insiden yang dialami anak didiknya.

“Saya sesalkan kejadian ini, kenapa sampai ada orang luar yang bisa masuk ke tempat itu, apalagi ada kelompok – kelompok tertentu yang menyerang murid saya, saya berencana akan mengajukan klaim langsung kepada panitia, karena saya sangat kecewa, kenapa anak – anak saya sampai diperlakukan seperti itu,” tandasnya.

Sementara ketua panitia penyelenggara Jumbara Palang Merah Remaja (PMR) H. Yuhasmin yang ditemuai di kediamannya, dirinya mengaku, baru mengetahui kronologis kejadian itu, setelah dia membaca pemberitaan yang dimuat oleh media online, namun setelah ditanya terkait langkah konkrit, bentuk pertanggungjawaban pihak panitia atas insiden ini, dia menjawab, sudah ditangani pihak penanggung jawab lokal yang ada di Desa setempat.

“Masalahnya, kan sudah diselesaikan oleh penanggungjawab lokal itu, diantaranya Kepala Desa, Ketua LPM dan Babinsa disana, kan mereka yang menagani juga persoalan ini sebagai penanggujawab nya,” katanya.

Seperti yang diharapkan oleh orang tua korban, bahwasanya, pasca insiden pemukulan terjadi oleh sekelompok orang yang tidak dikenal, seharusnya pihak panitia dapat memberikan info kepada orang tua korban tentang kejadian tersebut, malah terkesen disembunyikan persoalannya.

“Kalau masalah itu bukan kita yang bertanggungjawab, tapi pihak sekolah, atau pembinanya yang harus bertindak” ungkapnya. (Lb – Ajy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *