20200821_153318-750x450
Polisi Melakukan Indentifikasi TKP. Foto - Ist

Kematian Iksan Berhasil Diungkap Pihak Kepolisian

KABUPATEN DOMPU – Kepolisian Resor Dompu berhasil ungkap terduga pelaku pembunuhan Iksan Pratama Pria (30) tahun warga Dusun Potu Dua Desa Dorebara Kecamatan Dompu beberapa hari lalu. Terduga pelaku merupakan keluarganya MM (27) tahun warga setempat. Baca Juga Disini: Didiga Tertindas Truk, Pemuda Asal Kelurahan Bada Ditemukan Dalam Kondisi Mengenaskan

Kasat Reskrim melalui PAUR Subbag Humas AIPTU Hujaifah mengatakan, berdasarkan LP / 37 / VIII / 2020 / NTB / Res. Dompu / Sek. Kempo, pada tanggal 18 Agustus 2020. Polisi mengembangkan atas peristiwa itu.”Pada hari Senin (17/8/20) sekitar pukul 20.00 Wita, korban bersama dua orang rekanya yaitu SMR dan MM berangkat mengambil pasir di wilayah Doroncanga,” ungkapnya.

Selanjutnya, Kata Hujaifah, pada saat balik menuju Dompu sekira Jam 02.00 Wita tepatnya di TKP Sebelum Tanjakan Moti Toi di wilayah Dusun Tolokalo Kecamayan Kempo Kabupaten Dompu terhalang oleh kondisi arus lalin yang macet diakibatkan terdapat kendaraan yang rusak, dengan kondisi tersebut beberapa kendaraan memarkir kendaraan dan menginap di kendaraaan masing-masing.

“Sekira Pukul 06.00 wita kedua rekan korban terbangun kemudian turun dari kendaraan, beberapa saat kemudian melihat korban dalam posisi Meninggal Dunia dibelakang kendaraan yg dikemudikanya kemudian meminta bantuan kepada masarakat dan pengendara lain untuk melaporkan kejadian tersebut ke polsek kempo,” katanya.

Pada hari selasa (18/8/20) sekitar pukul 20:30 wita, Team Puma Sat Reskrim Polres Dompu yang dipimpin oleh Katim Puma BRIPKA ZAINUL SUBHAN, menuju Polsek Kempo atas kasus laka lantas yang mengakibatkan korban MD meninggal Dunia. Namun pada saat pemeriksaan pada tubuh korban terdapat luka-luka yang janggal atau yang tidak wajar seperti terjadi tindakan kekerasan, sehingga Team Puma Polres Dompu melakukan penyelidikan lebih mendalam

“Saat diintrogasi kedua orang saksi rekan korban SMR dan MM yang diduga pelaku bersamaan dengan korban pada saat kejadian ini, penyelidikan berlangsung kedua orang saksi yang memberikan keterangan yang berbeda-beda,” bebernya.

Kata Hujaifah, langkah yang dilakukan Team Puma pada puku O3.00 wita selesai melakukan introgasi kepada SMR dan MM diindikasikan terduga pelaku. Team Puma langsung turun ke TKP untuk melakukan penyelidikan lebih mendalam terkait kasus tersebut.

“Pada ke esokan harinya (19/8/20) Team Puma lanjut mengintrogasi terduga pelaku dan medapati pengakuan bahwa MM lah yang telah melakukan pembunuhan kepada korban Iksan Pratama,” ungkapnya.

Sambung Hujaifah, atas perbuatanya itu, terduga pelaku dikenai Pasal 338 KUHP dan 351 Ayat (3) KUHP Tentang penganiayaan berat yang mengakibatkan hilang nyawa orang. (FHEN).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *