20201012_184104-1-750x450
Massa Aksi Sedang Bakar Keranda Mayat di Ruas Jalan Sebagai Bentuk Penolakan UU Omnibus Law. Foto - Fhen

Gedor Kantor DPRD, Gabungan Mahasiswa Bakar Keranda Mayat Meminta Batalkan UU Omnibus Law

Kabupaten Dompu, LENSABIMA.COM – Gabungan puluhan mahasiswa di Kabupaten Dompu kembali menggelar aksi demonstrasi susulan menolak Undang-Undang Omnibus Law di depan Kantor DPRD Kabupaten Dompu, Senin (12/10/20).

Pantauan media ini. Massa yang mengatasnaman Persatuan Masyarakat Dompu ini mulai melakukan orasi sekitar pukul 10.00 wita. Massa aksi menuju Kantor DPRD sambil membawa keranda mayat yang bertuliskan Batalkan UU Omnibus Law.

Namun sebelum sampai di depan Kantor DPRD, massa terlebih dahulu kumpul di Masjid Raya Dompu. Aksi demonstrasi ini dikawal ketat anggota kepolisian polres Dompu. Untuk mengantisipasi terjadinya aksi anarkis, polisi mensterilkan area Kantor DPRD dengan pembatasan kawat berduri.

“Dengan keputusan DPR RI yang sudah menyetujui lahirnya UU Omnibus Law Cipta Kerja. Kaputusan itu dinilai telah menindas rakyat kecil karena akan mencederai kebebasan hak warga negara (kaum buru).” Ungkap Kolrlap Haden sambil Orasi.

Ditengah situasi Pandemi Covid-19 ini seharusnya negara lebih serius menangani situasi Pandemi, bukan malah memanfaatkan ketakutan dan keresahan rakyat. Negara malah memaksaksa untuk mengesahkan UU Omnibus Law Cipta Kerja yang menindas rakyat. Sehingga dalam perumusannya, dinilai melakukan secara tertutup tampa asas partisipasi publik, terburu-buru, bahkan mengabaikan semua kritik dan gelombang penolakan dari rakyak.

“Kami meminta DPRD Dompu untuk mengeluarkan rekomendasi penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja” ungkap Korlap. Haden dalam orasinya. (Fhen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *