182020171943
Aruji SH, Foto - Ist.

Diduga Kuat, Sistim Pengelolaan BUMDes di Dompu Mati Suri

Kabupaten Dompu, LENSABIMA.COM.– Diduga kuat sistim pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupetan Dompu NTB mati suri. Bayangkan saja di Kabupaten ini memiliki 72 Desa dari 8 Kecamatan hanya hitungan jari yang berhasil dalam pengelolaan BUMDes tersebut.

Aruji SH, merupakan salah seorang aktifis ini mengatakan, agar pemerintah segera mengecek semua pengelolaan BUMDes. Menurutnya, sejak tahun 2015 sampai tahun 2019 akan selalu disubsidi akan tetapi dalam pengelolaannya diduga amburadul.

“Kami telah mendatangi Kepala DPMPD. Adapun tujuannya mendiskusikan terkait pengelolaan dana BUMDes,” kata Ariji, saat diwawancari wartawan, Sabtu (8/2/2020) sekira pukul 12.00 Wita.

Menurutnya, kehadiran BUMDes di Desa dengan tujuan menjadikan Desa mandiri, selain itu bisa meningkatkan pendapatan asli Desa (PAD). Namun realita di lapangan sangat berbanding terbalik yang dimana anggaran tersebut tidak berkembang.

“Tiap tahun usaha ini ditambah melalui anggaran Alokasi Dana Desa. Investigasi kami dilapangan kebanyakan pengurus BUMDes mengelola dengan sistim simpan pinjam,” ungkapnya.

Ia jelaskan, sistim simpan pinjam sangat berisiko dan itu kata dia, pernah terjadi dengan konsep PNPM akibatnya PNPM mengalami kerugian besar dan apakah ia dengan konsep ini dipakai lagi oleh Desa, tentunya ini adalah kekonyolan.

“Pengurus BUMDes setidaknya harus kreatif. Indonesia dikenal dengan negara Digital, banyak potensi yang bisa didapat digital (Internet), dipelajari agar Desa bisa lebih mandiri,” tuturnya.

Dirinya berharap pemerintah daerah melalui DPMPD dan Pemerintah Kecamatan agar segera melakukan evaluasi secara keseluruhan BUMDes se Kabupaten Dompu.”Harapan kami Pemerintah harus turun mengevaluasi data BUMDes,” harapnya. (Lb – Bang Can).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *