419201972719
Korban Yang Diduga Dianiaya Dwi Kurnia Pratiwi. Foto: Ist.

Diduga Dianiaya, Pahlawan Devisa Asal Dompu Meninggal Dunia

Kabupaten Dompu. LENSABIMA.COM.- Kematian salah seorang Buruh Migran Indonesia (BMI) yang bekerja di Negara Singapura asal Nusa Tenggara Barat (NTB) Dwi Kurnia Pratiwi (31 tahun) warga Kelurahan Potu Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu diduga kuat adanya tindakan kekerasan disekujur tubuh korban.

Korban mengalami luka memar pada bagian tangan, kaki dan muka, hal tersebut terlihat jelas pada kondisi korban saat berada di Rumah Sakit.

“Ada luka membiru pada bagian betisnya, begitu juga pada kedua tangan dan paling parah hasil diaognosa dokter paru paru korban telah hancur,” kata Paman korban Hidayat S.Sos saat dikonfirmasi Media Lensa Bima di rumahnya, Jum’at (17/5/2019) sekira pukul 13.25 Wita.

Anak perempuanya berangkat dengan kondisi sehat, jika tidak sehat tentu tidak bisa lolos menjadi BMI. Korban berangkat menjadi TKW dengan jalur Legal yang dimana segala persyaratan sudah memenuhi standar Pemerintah.

“Anak kami berangkat ke Singapura dengan menggunakan jasa sponsor PT. Duta Putra Banten Mandiri. Kami akan usut tuntas persoalan ini, dengan beberapa bukti gambar pada tubuh korban, terlihat jelas anak kami diduga di kuat ada bekas siksaan oleh majikannya,” tegasnya.

Kejadian itu berawal dari salah seorang keluarga (Saudara dari Ibu korban) yang tinggal di Jakarta memberikan info bahwa korban sudah di pulangkan dari Singapura.

“Kami dapat info itu Pada tanggal (12/5/2019) sekira 22.00 Wita dari keluarga dekat di Jakarta. Yang intinya anak kami sudah dirawat dirumah sakit. Tetapi sebelum itu pihak PT mengharuskan korban di pulangkan ke Dompu,” ucap Hidayat.

IMG_20190519_072619
Kondisi Korban Yang Diduga Dianiaya. Foto: Ist.

Pada tanggal (06/05/19) Korban star dari Singapura, Batam diduga kuat menggunakan jalan darat. Dari Batam menuju Jakarta menggunakan jalur udara. Informasi ini diceritakan oleh teman sekerja korban bernama Salma warga Desa Lanta Kecamatan Hu,u saat berada dalam rumah sakit.

“Diduga korban satu majikan dengan Salma, bahkan yang membawa korban dari Singapura ke Jakarta atas pengawalan Salmah,” cetusnya.

Dilanjut Hidayat, perusahaan baru memberikan informasi setelah korban sudah beberapa hari tiba di penampungan. PT memberikan informasi kepada keluarga pada tanggal (12/05/19).

“Besar dugaan korban berada di penampungan kurang lebih satu minggu baru informasi itu kami ketahui. Kami akui segala biaya ditanggung perusahan itu bahkan segala pengurusan asuransi ditanggung mereka. Namun kami akan menempuh jalur hukum atas kematian tak wajar terhadap anak kami ini,” tuturnya.

Pada tanggal (13/05/19) dirinya melaporkan kejadian ini ke kantor Dinakertrans dengan menceritakan kondisi hingga korban meninggal dunia.

“Akibatnya Korban meninggalkan dua orang anak. Satu anak perempuan berumur 6 tahun dan satu orang anak lelaki berumur 2 tahun. Keduanya dibesarkan oleh Suami korban bernama Dedy Kardinata,” tutupnya.

Namun sebelumnya, salah seorang pegawai di Bidang Pelatihan Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja, Jasman yang ditemui tim investigasi Lensa Bima mengatakan, bahwa korban benar adanya tkw legal dan diketahui bekerja di negara Singapura.

“Data dokumen calon BMI keluar negeri untuk PT Duta Putra Banten Mandiri yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas Nakertrans Provinsi NTB dengan nomor surat 562/1283.1/SPR/Nakertrans-LTSP/XII/2018 tanggal 7 Desember lalu,” kata Jasman.

Korban meninggalkan Dompu tertanggal 10 Desember 2018, informasinya dia (Korban) mengalami sakit dirumah majikan kurang lebih satu setengah bulan. Hal ini terhitung dari keberangkatannya hingga ia berada dirumah majikan.

“Informasi ini kami dapat dari pihak management PT. Insyaallah kami sebagai mewakili pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin membantu sarat klaim asuransi. Selain itu menjembatani antara keluarga korban dengan perusahan dalam pengurusan hak hak korban,” pungkasnya. [Lb. Bang Can]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *