852019121746

Dialog Ditunda, Omar Menuding PT Nindya Karya Lintah Darat Berdasi

Kabupaten Dompu. LENSABIMA.COM.- Dialog penyelesaian antara puluhan Suplayer Pasir dan PT. Nindya Karya material pasir belum dibayar oleh Kontraktor pembangunan Dam Rababaka Kompleks ditunda, Kamis (05/09/19) sekitar pukul 10.52 Wita.

Kegiatan ditunda lantaran Andi, perwakilan dari PT. Nindya Karya (PT. NK) sedang berada di Jakarta, dialog ditunda Minggu depan.” Maaf audensi ditunda pada hari rabu depan, kegiatan ini ditunda disebabkan pihak manajemen PT. NK sedang keluar daerah,” kata Ketua Komisi tiga dari Fraksi PAN, Ikhwayudin AK saat dikonfirmasi Media Lensa Bima diruang Humas DPRD.

Sementara salah seorang Suplayer Pasir, Oma Riayadin mengatakan, sangat kecewa terhadap PT. NK yang diduga kuat mengulur ulur waktu sementara dirinya setiap waktu dibebani utang piutang.” Kami sangat kecewa, NK selalu mengumbar janji palsu. Mereka mempersulit pembayaran dengan lalil aneh saja,” kata Oma pada wartawan.

Material yang masuk ke lokasi Proyek diketahui oleh Sekurity, keluar masuk ditempat itu diawasi dan anehnya pasir yang dibawa olehnya sudah habis dipake oleh Kontraktor NK.” Modal yang kami pakai untuk membeli pasir adalah modal Utang, selama ini jangankan berharap untung, justeru membuat harta benda kami akan disita rentenir,” ucapnya.

Dam Rababaka Kompleks kebanggaan Presiden RI tersebut diduga menambah beban pilu bagi masyarakat salah satunya warga Desa Saneo. Ia menyakini bukan saja material pasir yang dipersulit oleh NK bahkan tidak menutup kemungkinan masalah lainpun ada.

“Kami berkata demikian, membayar uang receh seperti kami ini dibuat repot gimana dengan Sub Kontraktor lainnya yang memiliki modal yang lebih besar. Kami menduga NK Lintah Darat berdasi,” tudingnya. [Lb – Bang Can].

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *