817201920728
Wahyudin Yusuf. Foto: Ist.

Bumdes Desa Dena Dinilai Tidak Berpihak Pada Masyarakat

Kabupaten Bima, LENSABIMA.COM.- Badas Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan salah satu program strategis pemerintah dalam upaya mengurangi beban masyarakat yang ada di pedesaan. Salah satunya di Desa Dena yang telah dibentuk organisasi BUMDes semenjak diberlakunya Undang-Undang (UU) Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa

“BUMDes itukan berfungsi menjadi salah satu sumber yang menyejahterakan masyarakat desa dan lembaga sumber kegiatan ekonomi di desa yang berfungsi sebagai lembaga sosial dan komersial. “ungkap Wahyudin Yusuf, selasa (17/09/19).

Katanya, namun realita yang terjadi pada BUMDes Desa Dena Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima, bukan berfungsi untuk menyejahterakan masyarakat desa, akan tetapi yang terjadi kebalikan dari tupoksi tugasnya dan dinilai Menindas masyarakat Desa setempat. “Bumdes itu menjual pupuk yang bersubsidi dengan seharga yang setara dengan pengecer-pengecer lainnya.”jelasnya.

Menurut penilaiannya, penjualan pupuk bersubsidi dengan seharga yang setara dengan pengecer-pengecer lainnya tidak ada keuntungan bagi masyarakat desa, karena tidak ada perbedaan harga yang di perjualkan oleh BUMDes.”Seharusnya pihak BUMDes agar menjual pupuk bersubsidi itu dengan harga lebih murah dari pengecer-pengecer lainnya.” katanya.

Disisi lain, BUMDes tidak hanya berfungsi sebagai lembaga komersil yang membuka ruang lebih luas bagi masyarakat Desa untuk meningkatkan penghasilan, tetapi juga menyumbang penyerapan tenaga kerja. Banyak pemuda potensial di desa yang akhirnya bisa mendapatkan pekerjaan dengan adanya BUMDes, tentu secara tidak langsung akan mengurangi proses urbanisasi yang selama ini menjadi tren-tren masyarakat di pedesaan.

“Pihak BUMDes Desa Dena tidak mampu berpikir kreatif untuk merangkul pemuda-pemuda atau masyarakat yang memiliki potensi, agar di Desa Dena angka pengangguran sedikit demi sedikit berkurang (teratasi) karena pada nyatanya sangat banyak pemuda-pemuda atau masyarakat yang memiliki potensi tetapi masih saja menjadi atau berprofesi sebagai pengangguran (penambah angka DPT).”bebernya.

Lanjutnya, lantas tugas dan fungsi BUMDes Desa Dena hanya sebagai penonton pemuda-pemuda dan masyarakat berpontensi yang memiliki profesi pengangguran (penambah angka DPT) didesa, tetapi sama sekali tidak ada inisiasinya untuk merangkul atau perdayakannya.

“Pada struktur kepengurusanpun ketua BUMDes berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) aktif, tentunya disini menunjukan bahwa pihak terkait tidak memberi /memberdayakan generasi berpotensi untuk memegang atau mengelola organisasi desa “BUMDes”.Ungkapnya

“Dengan adanya problematika tersebut, agar sekiranya pihak BUMDes lebih jeli, mahir dan kreatif untuk mengatasi problem-problem seperti yang tercantum, jangan hanya sebagai penonton setia.”harap Wahyudin Yusuf. (Lb – Dh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *