4162019104443
Evi Apita Maya, SH. M.Kn, Bersama Masyarakat Pada Saat Blusukan Pencalonan Anggota DPD RI. Foto: Ist

Blusukan, Strategi Evi Apita Maya Raih Suara Terbanyak

Mataram, LENSABIMA.COM.- Nama Calon anggota DPD RI, Evi Apita Maya, SH. M.Kn, mendadak viral di sosial media setelah diketahui memperoleh suara terbanyak dari calon lainnya dan menyisihkan para petahana, seperti M. Farouk, Ganefi dan Rabiatul Adawiah.

Meraih suara terbanyak, tudingan miring pun ditujukkan kepada Calon DPD RI Nomor urut 26 ini. Lawan-lawan politik menuding Evi Apita Maya hanya mengandalkan fisik kecantikannya untuk mendulang suara. Parahnya lagi Evi dituding memalsukan foto yang termuat dalam kertas suara karena tidak asli dengan sebenarnya.

Tudingan miring itu secara tegas dibantah oleh Ketua Tim Pemenangan  Evi Apita Maya wilayah Bima dan Dompu, Mulyadin M. Pd. Eks Sekum Badko HMI Nusra ini menilai tudingan itu merupakan fitnah sangat keji dan dianggap serangan pihak-pihak tertentu yang tidak mampu bersaing merebut hati masyarakat NTB.

“Itu kan pernyataan pihak-pihak yang kalah, karena mereka tidak lagi mampu merebut simpati masyarakat. Pemilih sudah cerdas tentukan pilihannya,” ujarnya.

Mulyadin lalu membeberkan faktor dan strategi Evi Apita Maya mengambil hati masyarakat sehingga meraih suara terbanyak. Selama tahapan kampanye, Evi bersama tim dan relawan melakukan blusukan di seluruh Kabupaten/Kota di NTB.

“Bahkan Evi Apita Maya satu-satunya kandidat yang sering menemui langsung masyarakat. Mulai dari Ampenan Pulau Lombok hingga sampai Kecamatan Sape pulau Sumbawa,” katanya.

Di Pulau Lombok lanjutnya, Evi hampir mengililngi semua Kecamatan di Kabupaten Lombok Utara (KLU) Lombok Barat, Mataram, Lombok Tengah dan Lombok Timur. Tak sampai disitu, Kabupaten dan Kota di Pulau Sumbawa seperti Bima, Kota Bima Dompu dan Sumbawa tak luput dari blusukannya.

“Sementara di KSB hanya Tim dan Relawan yang bergerak,” kata mantan Ketua Umum HMI Cabang Bima ini.

Selain menemui masyarakat dengan tujuan menyerap aspirasi, Evi dengan para Tim dan Relawan juga mengadakan kegiatan Ngobrol bersama kaum Milenial, Pemuda dan para Aktivis di wilayah Kabupaten Dompu dan  Sumbawa.

“Blusukan hingga diskusi tujuannya agar kita tahu kondisi serta keinginan masyarakat di NTB,” katanya.

Dengan strategis seperti itu, Mulyadin mengaku sangat wajar apabila suara  Evi Apita Maya melebihi suara calon DPD lainnya dan para petahana karena lebih dikenal oleh masyarakat NTB. Mulai dari visi-misinya hingga track recordnya.

“Belum lagi semangat para Tim dan Relawan yang bergerak aktif memberikan langkah persuasif kepada masyarakat,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Evi juga merupakan politisi senior di NTB. Kata Mulyadin Evi pernah menjadi pengurus dan sekaligus adik dari salaseorang pelopor berdirinya PAN di NTB. Selain juga sebagai tim 9 pendiri Partai Hanura Provinsi NTB dan pernah mencalonkan diri Caleg DPRD Provinsi NTB dapil 6 tapi gagal meraih kursi.

“Evi Apita Maya ini juga sering berpartisipasi dalam kegiatan budaya,  disamping dia Alumni HMI. Jadi dari sisi proses Ibu Evi ini saya pikir sudah matang dari segala hal,” katanya.

Mulyadin yang merupakan eks pengurus PB HMI menambahkan faktor Evi Apita Maya meraih suara terbanyak juga tidak terlepas dari peranan tim dan relawan dari Desa hingga Daerah yang sangat solid. Yang terus menerus mensosialisasikan Evi Apita Maya ke masyarakat.

“Tim dan Relawan kita yang kebanyakan Alumni HMI sangat solid. Strategi yang dijalankan hampir semua medan pertempuran,” pungkasnya. [Lb.Dh]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *