019202116944-e1611049072870
Kasat Reskrim Polres Dompu Iptu Ivan Roland Cristofel S.T.K . Foto - Ist.

Berkas Kasus Pencabulan dan Pembunuhan di Desa Mumbu P21

KABUPATEN DOMPU – Berkas Perkara Kasus persetubuhan dan pembakaran terhadap Korban S (7) tahun, hingga meninggal dunia dilakukan tersangka RD (17) tahun di nyatakan lengkap (P21) oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Dompu.

Peristiwa itu, terjadi tahun 2020 lalu tepatnya, minggu (19/07/21) sekira pukul 04.00 wita, di rumah korban Dusun Mada Mina, Desa Mumbu, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, NTB.

Kapolres Dompu melalui Paur Subbag Humas Polres Dompu Aiptu Hujaifah mengatakan, Peristiwa Naas itu terjadi kala korban tidur dengan pulas di rumahnya, RD yang saat itu Tersangka juga ada bersama korban diatas rumahnya.”Saat itu tersangka setubuhi korban sampai pingsan.” Jelasnya.

Dijelaskan Hujaifah, Merasa takut aksi bejatnya itu diketahui dan ingin mengalikan peristiwa itu, tersangka RD membakar tikar dan gorden sampai terbakarnya satu unit rumah yang pada saat itu juga Korban di dalam rumah itu.”Korban meninggal dunia karena terbakar bersama rumah itu.” Ujarnya.

Katanya, namun aksi licik RD tersebut, cepat terungkap oleh aparat kepolisian sektor woja dan Satuan Reskrim polres Dompu,” Tersangka saat ini tengah menjalani proses hukum atas perbuatannya.” Ungkapnya.

Kasat Reskrim Polres Dompu Iptu Ivan Roland Cristofel S.T.K membenarkan hal itu, pihaknya telah menerima surat P21 dari Kejari Dompu. “Berkas perkara persetubuhan dan pembakaran yang terjadi di Desa Mumbu sudah lengkap, surat P21 dari Kejari Dompu sudah kami terima kemarin,” ujar Kasat Reskrim.

Diakuinya, setelah menerima surat dari Kejaksaan, pihaknya menindaklanjuti dengan serah tahap dua, “Setelah menerima surat P21, kemarin melakukan serah tahap dua, senin (18/01/21) pukul 11.00 wita”, bebernya.

Atas perbuatannya, Kata Kasat Reskrim, RD (Tersangka red) dijerat dengan Pasal 76 d jo pasal 81 ayat 1 jo 76 e jo 82 ayat 1 UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, jo pasal 1 ke 1 ayat 1, jo pasal 1 ke 3 ayat 1 peraturan pemerintah pengganti undang-undang RI No. 11 tahun 2006 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak jo UU RI No. 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 1 2016 tentang perubahan kedua UU RI no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang.

“Tersangka dengan ancaman pidana paling singkat 5 tahun dan 15 tahun paling lama dan Pasal 187 jo 338 ayat KUHP dengan ancaman 20 tahun penjara.” Tutupnya. (Sonk).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *