1122020172336
Pemuda Peduli Desa Sondosia Usai Masukan Laporan. Foto - Ist.

Aliansi Pemuda Peduli Desa Lapor Kades Sondosia ke Polres Bima

Kabupaten Bima, LENSABIMA.COM.- Diduga terlibat kasus suap menyuap dengan tim Apraisal pengadaan tanah fasilitas kepemudaan dan olahraga tahun 2019 senilai Rp. 170 juta, Kepala Desa Sondosia diadukan oleh sejumlah pemuda yang tergabung dalam Alinasi Pemuda Peduli Desa ke Polres Bima.

Ditelusuri oleh media ini, Salah satu pemuda Husni mengakatan, dasar adanya laporan pengaduan tersebut disampaikan karena adanya dugaan dan kejanggalan yang dilakukan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Sondosia dalam melaksanakan kegiatan pengadaan lahan sarana dan prasarana kepemudaan dan sarana olahraga. Menurutnya, pengadaan tanah itu dilakukan sepihak oleh kepala desa, tampa melibatkan aparatur pemerintah setempat.

“Aparatur yang berwenang tidak dilibatkan, Kades juga tidak transparan dalam membentuk panitia dan Tim Apraisal sebagai penilai harga tanah,”bebernya.

Katanya, upaya melaporkan kasus itu merupakan bentuk respon pemuda terhadap tindakan Kades yang tidak transparan dan semena-mena dalam mengambil suatu kebijakan dalam penggunaan dana desa.”Ini bentuk respon kami sebagai pemuda atas tindakan kades,” ujarnya.

Selain itu, Pemuda lain, Husni berharap, pihak kepolisian agar segera mengusut tuntas kasus tersebut. Agar permasalahan yang terjadi di desa setempat bisa terselesaikan, dan oknum-oknum yang diduga terlibat dapat di jerat sesuai undang-undang yang berlaku.”Harapan kami segera diusut, sehingga dijadikan sebagai pelajaran berharga bagi masyarakat, lebih khususnya pemerintah desa agar tidak semena-mena dalam mengemban amanah negara ini,”ungkapnya.

Seperti yang disampaikan oleh Aliansi Pemuda Peduli Desa, Kanit Tipidkor Polres Bima IPDA Hari Purwono membenarkan adanya laporan tersebut. Saat ini sedang dilimpahkan ke Kasat Reskrim untuk didisposisikan.”Benar dan sedang kami tindak lanjuti laporan itu,” ujarnya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (12/02/20).

Sementara itu, Kepala Desa Sondosia Jauhari Irfani membantah jika dirinya terlibat suap menyuap dalam pengadaam tanah fasilitas kepemudaan dan olehraga senilai Rp. 170 juta itu.”Tidak ada suap menyuap. Tidak benar adanya itu,” katanya,

Menurutnya, pengadaan tanah itu dilakukan oleh tim Apraisal yang telah ia bentuk. Dan tanah yang dimaksud sudah dilakukan pembelian.”Tanah sudah dibeli. Tinggal ganti namanya saja didalam sertifikat,” ungkapnya.

Kendati demikian, ia mengakui jika tidak melibatkan Kasi Kesra dalam kegiatan itu. Yang harusnya menjadi kewenangan Kasi Kesra sesuai bidangnya, namun hal itu sudah ia selesaikan dengan meminta maaf.”Saya sudah jelaskan, dan sudah minta maaf sama Kasi Kesra,” ungkapnya.

Lanjut Kades, kemudian, soal laporan yang dilakukan oleh kelompok pemuda itu, pihaknya akan kooperatif dan tetap mengikuti proses hukumnya.”Karena sudah dilaporkan, kita ikuti saja aturan yang ada.” tandasnya. (Lb – Dhaus).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *