20201228_221958-736x450
Kepala Sekolah SDN 10 woja, Kabupaten Dompu, Ahmad S. Pd. SD, Foto - Fhen

700 SK Honda Yang Diterbitkan Diduga Cacat, Dinas Dikpora Dinilai Tidak Transparan

Kabupaten Dompu, LENSABIMA.COM – Pembagian SK kepada 700 orang tenaga honorer yang dilakukan di kantor dinas dikpora dompu, menuai banyak kekecewaan dari beberap kepala sekolah, karena tidak adanya transparasi yang diterapkan.

Kekecewaan yang mereka alami, karena data enam orang guru yang diajukan untuk mendapatkan SK tersebut, namun oleh dinas setempat tidak memberikan SK tersebut.

Kepala Sekolah SDN 10 woja, Kabupaten Dompu, Ahmad S. Pd. SD yang ditemui oleh media ini, di ruang kantor UPTD Dikpora Kecamatan senin (28/12/20) mengatakan ia merasa kecewa terhadap pihak dinas, karena tidak adanya informasih yang ia dapatkan terkait adanya pembagian SK Honda tersebut.

“Adanya pembagian SK yang dilakukan tidak diketahui oleh kami, karena tidak adanya informasih yang diberikan oleh UPTD maupun Dinas Dikpora setempat, baik secara tertulis maupun secara lisan,”terangnya.

Lanjutnya, pihaknya mengetahui bahwa adanya pembagian SK itu dari guru di sekolah setempat, “Enam orang guru GTT yang lama mengabdi di sekolah SDN 10 woja diajukan oleh saya, namun hanya satu orang saja yang mendapatkan SK dari dinas,”tuturnya.

Lanjutnya, padahal ke enam orang guru itu menurutnya lanyak mendapatkan SK tersebut, karena mereka mengabdi mulai dari tahun 2015/2016 sampai saat ini.

“Menurut saya, Guru Honor yang bisa dapat SK ini, salah satunya guru yang lama mengabdi, selain itu juga, guru yang memiliki SK dinas, jadi keduanya bisa mendapatkan SK Honda yang akan dibagikan nantinya,”terang Ahmad mengutip penyampaian dari Dinas dan UPTD setempat.

Lanjutnya, empan bulan lalu dirinya mengajukan data enam guru yang mengabdi di sekolah setempat, namun dari enam orang tersebut, pihak dinas dikpora hanya menbeirikan satu orang, sementara kelima orang lainya tidak diberikan.

“Saya mendatangi kantor dinas dikpora untuk mempertanyakan terkait hal itu, dan saya temui Kabag Kepegawaiyan atas nama Nunung.” Ujarnya.

“Data guru yang saya ajukan kenapa hanya satu orang saja yang mendapatkan SK itu, dan dijawab tidak tahu karena data guru dari SD 10 woja hanya satu orang yang mereka terima, mendengar hal itu, saya merasa ada yang aneh dalam hal perekrutan yang dilakukan itu,”tuturnya.

Tambah dirinya, dalam hal ini pihaknya berharap dinas Dikpora agar segera melakukan Verifikasi kembali ke lima orang guru yang diajukan di SDN 10 woja,”harap Ahmad.

Sementara ditempat yang sama, kapala UPTD Dikpora kecemata woja, Drs. Anwar membenarkan tidak adanya informasi secara tertulis yang dilayangkan oleh pihak dinas Dikpora.

“Ya benar, kami ditingkat UPTD tidak menerima informasi atau himbauan tertulis (Surat red) dari dinas terkait perekrutan data guru honor begitu juga dengan pembagian SK Honda yang di lakukan, yang kami terima terkait guru honor itu, hanya informasi secara lisan saja melalui kepala dinas saat pertemuan guru.” terang kepala UPTD. (Fhen).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *