20201014_073457
Ketua Lembaga Masyarakat (LERA) kabupaten Dompu Yadin SE. Foto - Ist

5 Titik Klouce Diduga Tidak Tepat Sasaran, KSM Dorebara Akan Dilaporkan LSM “LERA” Dompu

Kabupaten Dompu, LENSABIMA.COM – Bantuan Program Septic komunal diduga tidak tepat sasaran juga tidak adanya keterbukaan maupun transparasi tentang tata cara pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan melalui anggaran APBN tahun 2020 senilai 240 juta rupiah diperuntukan pada salah satu Kelompok Swadaya Masyarakat KSM Desa Dorebara kecematan Dompu Kabupaten Dompu NTB.

Pekerjaan itu diduga tidak sesui prosedur, dan ketentuan yang ada. Dengan persoalan itu, Ketua Lembaga Masyarakat (LERA) Kabupaten Dompu secara resmi akan melaporkanya KSM Dorebara tersebut.

Ketua Lembaga Masyarakat (LERA) kabupaten Dompu Yadin SE yang ditemui oleh media ini selasa (13/10/20) pukul 21.26 wita mengatakan, program Septic komunal yang dikerjakan dinilai tidak sesui dengan prosedur, hal itu terlihat mulai dari beberapa aitem pekerjaan yang dilakukan sampai denga rapat pembentukan anggota kelompok KSM itu dilakukan.

“Pekerjaan Septic komunal yang di kerjakan oleh kelompok KSM yang ada, kami menilai menyalahi aturan seperti misalnya, pipa pembuangan tidak ditanam, dan dibiarkan telanjang di atas tanah.” Ungkapnya.

Katanya, begitu juga dengan 5 titik penempatan klose itu di tempatkan disalah satu sekolah yang ada di Desa setempat, hal itu kami melihat sudah keluar dari mekanisme dan aturan yang ada,”Untuk itu persoalan ini akan kami laporkan secara resmi ke pihak kepolisian, karna kami melihat serta mendokumentasikan fakta ril dilapang itu sendiri, yang dengan secara sengaja memainkan irama konspirasi jahanam oleh beberapa oknum,”ujar Yadin.

Hal ini, ia meminta kepada penegak hukum baik dari Kepolisian maupun dari kejaksaan agar memanggil dan memeriksa semua oknum diproses sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

“Sebaiknya mereka jangan main-main karena proyek tersebut menggunakan uang rakyat, kami menduga didalah program ini, ada konspirasi jahana yang di lakukan oleh oknum tertentu,”Tegasnya.

Tambahnya, program pemerintah yang seharusnya diperuntukan untuk masyarakat yang tidak mampu ditengah pandemik Covi-19 yang melanda, justru berbalik arah 5 titik kloce serta pipa pembuangan di peruntukan untuk sala satu sekolah yang ada sekitar.

“Saya liat pemanfaatannya tidak dapat dirasakan oleh masyarakat setempat, ko bantuan untuk masayarakat malah diperuntukan sekolah setempat, jadi dugaan kami ini salah satu pusaran korupsi oknum birokrasi yang terlibat langsung dalam hal pengelola dan pelaksana proyek dari Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) itu sendiri,”Tutup Yadin. (Fhen).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *